Headlines

Kemenag Buka Bantuan Beasiswa Penyelesaian S3 2025, Cek Persyaratannya!

Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama kembali meluncurkan program Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP) S3 Dalam Negeri tahun 2025. Program ini dirancang untuk mendukung mahasiswa doktoral yang tengah berjuang menyelesaikan studi mereka agar bisa lulus tepat waktu tanpa terbebani masalah finansial.

Pendaftaran BPP S3 resmi dibuka mulai 5–15 Oktober 2025 melalui laman resmi beasiswa.kemenag.go.id. Skema bantuan ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Agama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Selain BPP, Kemenag juga mengelola berbagai skema pembiayaan lain, mulai dari beasiswa penuh (full scholarship) jenjang S1, S2, dan S3, baik dalam negeri maupun luar negeri, hingga dukungan riset seperti program Indonesia Bangkit (MoRA The Air Fund). Ada pula beasiswa non-gelar yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan keagamaan.

Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menegaskan bahwa program ini menjadi bukti komitmen Kemenag dalam memperkuat peran civitas akademika. “Bantuan ini dihadirkan dengan mekanisme yang sederhana, tanpa birokrasi rumit, agar benar-benar bisa membantu para mahasiswa doktoral menyelesaikan pendidikannya,” jelasnya.

Melalui program ini, setiap penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta, yang langsung disalurkan oleh LPDP setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan memenuhi semua persyaratan yang ditentukan. Dana tersebut dapat digunakan untuk pembayaran SPP, pembiayaan penulisan disertasi, penerbitan jurnal ilmiah bereputasi, hingga pembelian literatur akademik yang relevan.

Adapun persyaratan pendaftaran mencakup:
1. Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
2. Aktif sebagai mahasiswa S3 minimal semester tiga.
3. Telah lulus seminar proposal disertasi.
4. Melampirkan dokumen pendukung, meliputi:

  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
  • Surat rekomendasi dari pimpinan satuan kerja
  • Pakta integritas
  • Surat permohonan bantuan

5. Tidak sedang menerima beasiswa lain pada waktu yang bersamaan..

Sasaran program ini cukup luas, meliputi guru madrasah, dosen perguruan tinggi keagamaan atau Ma’had Aly, tenaga kependidikan, ustadz/kyai pesantren, hingga pegawai Kementerian Agama. Dengan demikian, beasiswa ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya doktor-doktor baru yang akan memperkuat kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia.

“Melalui BPP S3, kami berharap semakin banyak akademisi di lingkungan Kemenag yang bisa segera merampungkan studi doktoralnya dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam,” tutur Ruchman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *